Minggu, 28 Desember 2014

Aku dan Langit Malam

aku hanya mampu meciptakannya sebagai ilusi
menggapai setiap jemarinya, berimajinasi
aku hanya mampu menghadirkannya sebagai bintang
yang bersinar dikejauhan namun cahayanya menyinari raga
aku hanya mampu berbicara dalam bahasa bisu kepadanya
dengan langit malam sebagai perantara dan angin fajar sebagai tujuan perjalanan
mengucapkan selamat pagi pada hari yang baru
semoga Allah merestui setiap langkahmu
semoga Allah pertemukan kita
Sesungguhnya kalimat dakwah adalah kalimat yang terbaik yang diucapkan dibumi ini. Ia naik ke langit didepan kalimat-kalimat baik lainnya. Akan tetapi ia harus disertai dengan amal yang membenarkannya. Dan disertai penyerahan diri kepada Allah sehingga tidak menonjolkan diri didalamnya. Dengan demikian jadilah  jalan dakwah ini murni untuk Allah. Tidak ada kepentingan seseorang kecuali menyampaikan. Setelah itu tidak pantas kalimat seorang da'i kita sikapi dengan berpaling, adab yang buruk, atau pengingkaran Karena seorang da'i datang dan maju membawa kebaikan. Sehingga ia berada dalam kedudukan yang amat tinggi (Fi Zhilalil Quran 6/295)

Jalan Cinta Para Pejuang

oleh: Salim A Fillah

Disana ada cinta dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
Dikala malam begitu pekat
Dan mata sebaiknya dipejam saja
Cintamu masih lincah melesat
Jauh melampui ruang dan massa
Kelananya menjejakkan mimpi-mimpi

Lalu disepertiga malam terakhir
Engkau terjaga, sadar dan memilih menyalakan lampu
Melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
Dengan cinta yang besar, tinggi dan bening
Dan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
Dengan nurani tempatmu berkaca tiap kali
Dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati

Teruslah melangkah dijalan cinta para pejuang
Menebar kebajikan, Menghentikan kebiadaban, Menyeru pada iman
Walau duri meremtas kaki
Walau kerikil mencacah telapak
Sampai engkau lelah, Sampai engkau payah
Sampai keringat dan darah tumpah
Tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
Dijalan cinta para pejuang