Sang guru tiba ditepi sungai. Dipinggir sungai
itulah tinggal seorang fakir. Banyak orang yang berziarah kesana untuk
mendengar ajaran dari si fakir. Orang bilang bahwa orang fakir tersebut mampu
berjalan diatas air.
Setelah bertegur sapa, sang guru bertanya
“Berapa lama kau berlatih hingga mampu berjalan di atas air?”
Dengan bangga sang fakir menjelaskan mtode
yang dipelajarinya selama 25 tahun, bahkan ia harus berlatih selama berjam-jam
setiap harinya,
Berkatalah sang guru kepada fakiritu, “engkau
berkorban begitu banyak untuk dapat berjalan diatas air. Pernahkah engkau
bayangkan betapa banyak perbuatan baik yang dapat engkau lakuka selama 25 tahun
daripada menghabiskan waktu untuk mempelajari sesuatu yang dapat dilakukan
setiap orang dengan sebuah perahu?”
Sumber: buku bukan untuk dibaca, hal 237