*Cerita ini sebenarnya sudah diposting di blog lain yang juga diadminkan oleh saya secara tidak langsung. berhubung sang admin hanya jadi pembuat saja.-___-
Semoga Menginspirasi:)
Hari 1 : seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang
sering mangkal didekat rumahnya.
Cadel :”bang,beli nasi golengnya satu.”
Abang :”apa...? (meledek)
Cadel :”nasi goleng!”
Abang :”apa...?(meledek lagi)
Cadel :”nasi goleng!”
Abang :”oh... nasi goleng...”
Sambil ditertawakan oleh pembeli lain dan
pulanglah si cadel dengan kesal, sesampainya dirumah dia bertekad untuk
berlatih mengucap “nasi goreng” dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu
mengucapkan dengan baik dan benar.
Hari
2 : dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunukan
bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi.
Cadel: “bang.. saya mau beli nasi goreng satu
bungkus!”
Abang : “ohh..pakai apa?”
Cadel : “pake telol..(sambil sedih)
Akhirnya kembali dia berlatih mengcapkan kata
telor sampai benar.
Hari 3 : untuk
menunjukan dia mampu , dia rela 3 hari berturut-turut makan nasi goreng.
Cadel : “bang, beli nasi goreng, pakai telor ! bungkus!
Abang : “ceplok atau dadar?”
Cadel : “dadal...”
Dengan spontan dia kembali berlatih dengan keras.
Hari 4 : modal 4 hari berlatih lidah,dia yakin
mampu memesan tanpa ditertawakan.
Cadel : “bang.... beli nasi goreng, pakai telor, didadar!”
Abang: “hebat kamu del, udah nggak cadel lagi nih. Harganya Rp.2500,
del”
Si cadel menyerahkan uang Rp.3000 kepada si abang, namun si abang tidak
memberikan kembaliannya hingga si cadel bertanya..
Cadel: “bang... kembaliannya?”
Abang:”oh iya. Uang kamu Rp.3000, harganya Rp.2500. kembaliannya berapa
del?” sambil senyum ngeledek.
Si cadel gugup juga menjawabnya, dia membayangkan besok bakal makan
nasi goreng lagi.akhirnya dia menjawab “GOPEK!!” sambil tersenyum penuh
kemenangan.
Pesan : inti dali celita ini adalah hiduplah
telus dengan penuh peljuangan...!
kita jangan mudah menyelah.. karena selalu ada jalan kelual untuk
setiap kesulitan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar